oleh

PPKM Diperpanjang, Kemenpar Gelontorkan Bantuan UMKM, Ini Kata Riri

BENGKULU – Seiring diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempercepat penyaluran anggaran senilai Rp2,4 triliun untuk membantu pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi covid-19.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief memberikan apresiasi atas program tersebut dan komitmen Kemenparekraf untuk mempercepat penyaluran dana tersebut secara tepat waktu dan manfaat melalui pembentukan tim khusus.

“Asas pembagiannya harus benar-benar adil. Adil dalam arti yang sebenarnya. Jangan berikan celah sekecil apapun untuk oknum-oknum jahat menyelewengkan bantuan ini. Jangan lupakan daerah-daerah tertinggal dan terbelakang,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Jumat (6/8/2021).

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menjelaskan, tidak mengabaikan daerah-daerah miskin dan berpendapatan rendah merupakan cara memberikan keadilan dalam konteks Indonesia sebagai negara kesatuan.

“Memberikan prioritas bantuan kepada daerah-daerah yang tertinggal dan terbelakang juga merupakan agenda reformasi dan mandat konstitusi yang harus dijunjung tinggi sebagai fondasi untuk menjalankan kebijakan publik,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini memaparkan, pemerintah daerah dan jajarannya hingga unit terkecil harus mengambil bagian paling aktif dalam menentukan siapa pelaku-pelaku usaha bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang layak menerima bantuan tersebut.

“Jangan ada potong memotong dana bantuan. Jangan ada bantuan yang jatuh kepada yang berduit sementara yang jatuh miskin karena pandemi justru nggak dapat. Buka datanya secara terbuka agar publik tahu dan paham bahwa negara selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam keadaan duka,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membeberkan anggaran Rp2,4 triliun untuk membantu pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi covid-19 akan dialokasikan melalui beberapa program.

Misalnya untuk penyediaan tempat istirahat di hotel untuk tenaga kesehatan, program bangga produk Indonesia untuk bantu UMKM, sertifikat CHSE, stimulasi sektor film dan wisata dan program bantuan pariwisata lainnya yang sangat dibutuhkan.

Kementerian memastikan sudah mengumpulkan data penerima bantuan tersebut dari berbagai pintu baik dari open call via website dan diverifikasi oleh pemerintah daerah, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, data perusahaan pariwisata yang terdaftar di OSS dan data tenaga kerja dari BPS. (09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed