oleh

viral bulying pelajar lebong

Pelajar Lebong Bulying Teman, Solusinya Tingkatkan Pengawasan Anak
//Riri Damayanti : Jangan Sampai Terjadi Berulang-ulang

BENGKULU – Kalau sebelumnya salah seorang pelajar Bengkulu dari Kabupaten Bengkulu Tengah sempat viral karena kata-katanya yang divideokan dan beredar luas terkait Palestina. Kali ini pelajar Bengkulu kembali viral, setelah PPDB tahun 2021 salah seorang oknum pelajar di Kabupaten Lebong viral akibat diduga melakukan tindakan perundungan atau bulying terhadap sesama teman pelajarnya. Sebab itu, Senator muda Bengkulu yang juga keturunan Lebong Hj. Riri Damayanti John Latief S.Psi,MM meminta agar kejadian bulying jangan terjadi lagi, “Saya cukup kaget ketika membaca berita beberapa media online dimana viral video perundungan atau bulying terhadap pelajar adek kita di Lebong. Dan kejadian ini tentu membuat kita cukup prihatin. Sebab ditengah pandemi Covid – 19, Kita masih PPKM. Pelajar kita melakukan tindakan yang tidak terpuji,” ungkap Riri Damayanti, Rabu (4/8).
Semestinya. Disaat sekolah masih memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) via Daring. Senator muda Bengkulu yang sudah dua periode menjadi anggota DPD RI ini mengingatkan bahwa peran orang tua dan keluarga perlu lebih ditingkatkan, “Saat sekolah via daring. Inilah waktu bagi orang tua, dan keluarga untuk lebih meningkatkan kepedulian lewat peran pengawasan kepada anak. Tanpa diawasi maka, adek-adek kita para pelajar akan tidak terarah, sehingga kecenderungan untuk berbuat hal-hal yang tidak terpuji seperti Bulying yang berujung kontak fisik tersebut. Melalui peran keluarga, kedepan kita berharap kejadian serupa tidak terjadi berulang-ulang. Cukup stop sampai disini kejadian seperti itu,” pungkas Riri.
Sebelumnya dari Sekda Kabupaten Lebong H. Mustarani Abidin M.Si dia mengatakan, saat ini pihaknya masih menelusuri kebenaran dari kejadian viral video bulying yang diduga pelajar Lebong, “Kita masih menelusuri sejauh mana kebenaran kejadian bahwa itu adalah pelajar di Lebong atau Bukan? Dan jika memang terjadi di Lebong, maka pihak terkait kita minta sekolah dan dinas pendidikan untuk dapat memproses dan menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Mustarani.
Sebelumnya dari viral video perundungan atau bulying yang beredar nampak pelajar di salah satu SMA dengan menggunakan bahasa Rejang melakukan pemukulan serta intimidasi kepada sesama rekan pelajar tersebut. (09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed