oleh

Cegah Spesies Langka Punah

Basurek.com, Bengkulu – Belum lama ini terjadi pemburuan satwa langka jenis Elang Ular Bido oleh Oknum Kepala Desa di Bengkulu Utara. Perlu diketahui, Elang Ular Bido merupakan jenis satwa yang di lindungi Undang-Undang No tahun 1990 yang dipertegas dalam PP No 7 tahun 1999.

Elang-ular bido (Spilornis cheela) adalah sejenis elang besar yang menyebar luas di Asia, mulai dari India di barat, Nepal, Srilanka, terus ke timur hingga Cina, ke selatan melintasi Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, kepulauan Sunda Besar, hingga ke Palawan di Filipina. Elang ini merupakan anggota suku Accipitridae.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief berharap masyarakat lebih bijak terhadap alam, hal ini dibutuhkan agar ekosistem tetap terjaga.

“Saya berharap semua masyarakat untuk berperan serta melestarikan satwa dan puspa langka yang masih hidup di hutan-hutan Bengkulu, seperti Burung Elang Ular Bido, harimau Sumatra, gajah Sumatra, afflesia arnoldii, dan anggrek pensil,” ujar Riri Damayanti, Rabu (19/5/2021).

Alumni SMP Negeri 1 Kota Bengkulu ini meminta Pemerintah lebih inovatif dalam memberikan pemahaman, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengetahui binatang apa saja yang dilindungi Undang – Undang.

“Pemerintah harus lebih inovatif dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat sehingga memudahkan masyarakat dalam melihat mana saja binatang yang dilindungi mana yang tidak,” ungkapnya.

Perempuan berparas anggun yang digelari Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini mengatakan, spesies-spesies langka seperti Burung Elang Bido masih dapat ditemui di kawasan hutan Bengkulu yang memang merupakan habitat aslinya.

“Kalau melihat ada aktifitas yang dapat mengancam kepunahan spesies langka peringatkan dan laporkan. Termasuk kalau ada kedapatan membeli produk dari alam liar yang dilindungi oleh hukum. Semua dapat ambil bagian dalam kampanye ini,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Sementara itu, Deputy Distrik Utara Bengkulu Yayasan Konservasi Sumatera, Bayu Setiawan mengungkapkan perburuan satwa langka merupakan bentuk kejahatan lingkungan. Penegakan hukum dibutuhkan agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Jadi sangat perlu penegakan hukum undang-undang nomor 5 tahun 1990 bagi pelaku perburuan satwa lindungi. Untuk menimbulkan efek jera dan menjadi contoh buat masyarakat secara umum agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (*) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed