oleh

Silahturahmi Virtual, Mari Bermaaf-maafan

Basurek, Bengkulu – Untuk antisipasi penyebaran Covid-19, penyekatan jalur mudik hingga pelarangan tempat pariwisata dilakukan Pemerintah. Petugas pun diturunkan, dimulai dari H-3  hingga H+4 Idulfitri.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengapresiasi para petugas yang tak lelah memikirkan orang banyak, bekerja dengan ikhlas demi keselamatan kita semua.

“Pemerintah telah berupaya mencegah transmisi penularan covid-19 dengan tidak mudik ke kampung halaman. Usaha pencegahan ini telah diikuti bersama. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan, keselamatan dan tetap dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya dan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu memaparkan, situasi pandemi di lebaran idul fitri tahun ini tetap dapat melaksanakan tetap dapat melaksanakan silahturahmi meski hanya bertatap muka lewat media virtual.

“Mari kita saling bermaaf-maafan. Tapi tetap ingat, jaga jarak dan tetap patuh protokol kesehatan,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa petugas telah diturunkan untuk mengamankan pemudik yang nekat ingin menerobos. Pariwisata di Bengkulu pun dijaga ketat, warga yang nekat berlibur di area keramainan pun telah dibubarkan.

Seperti di Bengkulu Tengah. Kapolres Benteng, AKBP Ary Baroto SIK MH, melalui Kabag Ops, Kompol Januri Sutirto mengungkapkan, pemantauan aktivitas di kawasan objek wisata akan dilakukan oleh pihaknya secara ketat.

“Hingga hari ketiga lebaran Kami telah melakukan pemantauan secara mobile atau patroli keliling ke objek wisata yang ada, dan juga kami lakukan imbauan untuk membubarkan diri apabila kedapatan ramai,” ungkap Kabag Ops.

Kabag Ops menjelaskan, kegiatan pemantauan objek wisata yang dilakukan pihaknya tersebut bertujuan untuk memastikan agar penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 di objek wisata tidak dilanggar. Baik itu oleh pengelola ataupun pengunjung yang datang.

Kabag Ops mengatakan, pihaknya sangat berharap Pemerintah Desa (Pemdes) setempat bisa bekerjasama dan memberikan informasi terkait aktivitas di objek wisata. Bila memang ada pelanggaran prokes, pihaknya akan langsung mengambil tindakan tegas dan humanis serta mendatangi lokasi.

“Di Benteng sendiri kita ketahui ada beberapa objek wisata yang selama ini ramai di kunjungi, nah itulah yang jadi prioritas kami. ” Kata Kabag Ops. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed