oleh

Pulihkan Ekonomi Bengkulu

Basurek.com, Bengkulu – Terkait dengan pertumbuhan ekonomi Bengkulu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menjelaskan bahwa ada dua sektor menjadi perhatian di tengah masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu itu mengatakan, ada 4 hal mengapa pertanian menjadi perhatian dalam memulihkan ekonomi Bengkulu.

“Pertama, penyerapan tenaga kerja tertinggi ya pertanian. Yang kedua ketika pandemi masih berlangsung yang tidak lekang oleh kondisi adalah pertanian,” ujarnya.

Yang ketiga adalah soal bonus demografi. Bengkulu adalah provinsi yang mendahului bonus demografi, maka pertanian memberikan lahan untuk terciptanya lapangan kerja yang lebih besar.

“Keempat masih banyak lahan pertanian yang kosong yang tidak ditanami sehingga perlu intervensi pemerintah,” ungkapnya.

Sektor berikutnya adalah sektor UMKM. Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu itu mengatakan bahwa UMKM banyak mengalami penurunan penjualan karena dampak pandemi covid-19.

“Ini juga yang memicu pengangguran. Banyak orang lebih memilih menabung ketimbang belanja, kecuali barang-barang yang memang mendesak untuk dibeli. Pemerintah harus lebih kompak bekerja keras untuk meyakini masyarakat bahwa pada bulan Ramadan ini pandemi covid-19 terus ditangani dengan baik dan pemerintah akan berhasil,” ungkapnya.

Dalam rilisnya, Bank Indonesia menyatakan pandemi covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan IV 2020 terkontraksi hampir di semua komponen dan lapangan usaha utama Provinsi Bengkulu. Kinerja investasi melemah, nilai belanja pemerintah dan pendapatan asli daerah (PAD) menurun.

Bank Indonesia memprediksi perekonomian Bengkulu masih akan mengalami kontraksi pada triwulan I 2021 dan baru akan mengalami perbaikan pada pada triwulan II 2021 dengan alasan membaiknya kinerja investasi dan ekspor di tengah kenaikan impor.

Konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah diprakirakan tumbuh meningkat karena sangat dipengaruhi oleh momen Ramadhan dan Idul Fitri. Demikian juga dengan kinerja ekspor, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed