oleh

Cegah Bencana Banjir Berulang

Banjir Melanda Lebong

Basurek.com, Bengkulu – Hujan lebat yang menghamtam Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Lebong pada Rabu (21/3/2021) menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.

Akibat kejadian ini aktivitas lalu lintas dari Kota Curup (Rejang Lebong) menuju Kabupaten Lebong sempat terputus.

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur melalui Kapolsek Lebong Selatan, Iptu Suroso Risdianto mengatakan, hujan deras yang melanda daerah itu telah menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada dua desa di Kecamatan Lebong Selatan yakni Desa Kota Donok dan Sukasari.

“Material longsor berupa tanah dan batu menutupi badan jalan, di mana timbunan longsoran ini mencapai 15 meter menutup badan jalan,” katanya.

Ia mengatakan, petugas gabungan TNI/Polri, BPBD dibantu masyarakat telah melakukan pembersihan material yang menutupi badan jalan seraya menunggu datangnya alat berat.

Petugas di lapangan, katanya, melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup sehingga arus kendaraan yang melintas dilokasi kejadian masih bisa lewat.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat menyebutkan kejadian memang sering terjadi di wilayah itu karena posisi desa-desa ini berada didekat tebing, sehingga jika hujan turun dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.

Atensi Khusus untuk Antisipasi Banjir

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mendorong agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa memberikan atensi khusus untuk Bengkulu dalam program pengendalian banjir.

“Sejak banjir besar pertengahan tahun 2019, air masih tetap merendam banyak kawasan di Bengkulu pada tahun 2020 dan awal tahun 2021. Terakhir terjadi wilayah Lebong. Ini artinya ada yang belum tuntas dalam program pengendalian banjir,” kata Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap mengingat besarnya potensi kerugian material dan korban jiwa pada banjir terdahulu, program fisik pengendalian banjir ini mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya dapat dikerjakan pada tahun 2021 ini, tidak menunggu hingga tahun berikutnya.

“Saya sedih pas coba menggali masalah ini justru sorotannya adalah masalah kasus dugaan korupsi proyek pengendali banjir. Sementara usaha-usaha serius untuk menanganinya belum nampak. Mudah-mudahan saya salah. Saya minta kementerian dan pemerintah daerah bisa menseriusi masalah ini,” Riri Damayanti membeberkan.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap masyarakat tidak memberikan beban masalah ini hanya kepada pemerintah dengan ikut berpartisipasi aktif bekerja sama menggalakkan langkah-langkah antisipasi terhadap bencana banjir.

“Stop buang sampah ke sungai atau selokan, lakukan penghijauan di lahan kosong, jangan tebang pohon dengan rakus, jangan dirikan bangunan di lahan yang mudah menyerap atau tempat jalan air menuju laut dan lain-lain. Mulailah dari diri sendiri dan mulailah dari sekarang,” ajak Riri Damayanti. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed