oleh

Ekspor Batu Bara di Pulau Baai Meningkat

Basurek.com, Bengkulu – Pelabuhan Pulau Baai yang akan dijadikan sebagai tempat Ekspor impor se Sumatera dan Indonesia telah meningkatkan ekspor batu bara.

Tercatat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Nilai ekspor batu bara dari Pelabuhan Pulau Baii pada Februari 2021 tercatat mencapai 10 juta dolar AS, nilai itu mengalami peningkatan dibanding Januari 2021, yaitu sebesar 8,3 juta dollar AS.

Secara keseluruhan nilai ekspor Bengkulu pada Februari 2021 mencapai 17,11 juta dolar AS, meningkat cukup tinggi yakni 31,82 persen bila dibanding Januari lalu yang mencapai 12,98 juta dolar AS.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, batu bara Bengkulu memiliki potensi yang sangat besar yang bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu, perempuan berparas anggun ini mendukung upaya peningkatan Pelabuhan Pulau Baai menjadi pelabuhan yang berkualitas.

Hal tersebut menurut Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini, dengan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai dapat menunjang program pemerintah pusat dan bisa menjadi gerbang ekspor impor Sumatera dan Indonesia.

“Banyak harapan untuk pelabuhan Bengkulu agar menjadi pelabuhan yang memberikan banyak manfaat untuk pembangunan dan pendapatan daerah,” ungkap Riri Damayanti saat melakukan silaturahmi dan ramah tamah dengan Kementerian Perhubungan UPT Direktorat Jendral Perhubungan Laut Wilayah Bengkulu di Kantor KSOP Kelas III Pulau Baai Ditjen Hubla Bengkulu pada Kamis (1/4/2021) kemarin.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menekankan, Pelabuhan Pulau Baai benar-benar akan mendatangkan keuntungan besar untuk Bengkulu ketika mendapatkan dukungan berarti dari semua pihak yang terkait dengan masalah kepelabuhan.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan, peningkatan nilai ekspor di Pelabuhan Pualu Baai terjadi seiring dengan perkembangan ekonomi global yang saat ini berangsur pulih karena dampak pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung satu tahun.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Bengkulu pada Februari 2021 yaitu ke Thailand 3,05 juta dolar AS atau sebesar 17,83 persen, Malaysia 2,90 juta dolar AS atau 16,96 persen, Philipina 2,67 juta dolar AS atau 5,59 persen dan negara lainnya sebesar 8,49 juta dolar AS atau sebesar 49,62 persen.

“Memang didominasi negara ASEAN yaitu 57,62 persen, kemudian Uni Eropa 8,62 persen dan negara-negara lain 33,76 persen,” jelas Win.

Sebesar 67,27 persen dari berbagai komoditas unggulan Provinsi Bengkulu diekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai. sisanya di ekspor melalui daerah lain seperti di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat, pelabuhan Boom Baru, Sumatera Selatan, Pelabuhan Tanjung Priok, dan bandara Soekarno Hatta. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed