oleh

Antisipasi Virus Jembrana

Basurek.com, Bengkulu – Penularan wabah jembrana kembali terjadi, kali ini ada lima ternak sapi di Kabupaten Seluma yang positif. Hal itu disampakan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial.

Ia menyebut, kasus jembrana terkonfirmasi terjadi penularan di wilayah Riak Siabun, Rawa Sari, dan Minggir Sari.

“Berdasarkan data kami, saat ini sudah ada lima kasus terkonfirmasi positif jembrana, sebelumnya ada dua kasus dan kemudian bertambah tiga kasus. Ini berdasarkan hasil uji laboratorium yang kami terima,” jelasnya.

Arian menambahkan, jumlah kasus kematian sapi yang mengalami gejala jembrana diduga kuat lebih banyak lagi. Namun untuk memastikan wabah jembrana, harus dilakukan pengujian di laboratorium kesehatan hewan.

“Memang yang dilaporkan mati karena gejala menyerupai jembrana sudah banyak, tetapi tetap harus dilakukan uji laboratorium untuk memastikannya,” jelasnya.

Saat ini Dinas Pertanian sudah membagikan sebanyak 800 unit vaksin, kepada para peternak. Di kantor Dinas Pertanian pihaknya juga menyiagakan 400 unit vaksin.

Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan bahwa  stakeholder terkait perlu meningkatkan pengawasan terhadap ternak-ternak sapi warga agar virus tersebut tidak meluas.

“Wajar banyak warga yang cemas. Karena berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, banyak ternak warga yang mati karena virus tersebut. Di tengah pandemi covid-19, virus ini bisa semakin membuat susah kehidupan peternak,” kata Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan kesehatan secara ketat terhadap sapi-sapi dari luar provinsi yang masuk ke Bengkulu.

“Saya yakin pemerintah daerah dengan vaksin yang sudah tersedia akan dan telah menyalurkannya kepada peternak yang membutuhkan. Tapi sebagai langkah antisipasi para peternak penting untuk sering-sering diingatkan agar segara melapor kalau ada gejala virus jembrana pada sapinya,” ungkap Riri Damayanti. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed