oleh

Harga Sawit Naik: Sejahterakan Petani

Basurek.com, Bengkulu – Kini harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sebagian besar pabrik minyak kelapa sawit kembali naik, terkhusus di Kabupaten Mukomuko.

Kepala Seksi Kemitraan dan Perizinan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sudianto mengatakan, kenaikan sebesar Rp20-Rp30 per kilogram.

“Harga pembelian buah sawit oleh sebagian besar pabrik di daerah ini naik sebesar Rp20-Rp30 per kilogram,” kata dia, Selasa (23/3/2021).

Ia menyebutkan, sebanyak enam dari 10 pabrik minyak kelapa sawit di daerah ini yang membeli TBS kelapa sawit milik petani setempat dengan harga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Harga sawit di PT KSM naik dari sebesar Rp1.930 per kg menjadi Rp1.950 per kg, harga sawit di PT MMIL naik dari sebesar Rp1.930 per kg menjadi Rp1.950 per kg, harga sawit di PT SSS naik dari sebesarRp1.910 per kg menjadi Rp1.940 per kg.

Kemudian harga sawit di PT SAP naik dari sebesar Rp1.910 per kg menjadi Rp1.940 per kg, harga sawit di PT KAS naik dari sebesar Rp1.930 per kg menjadi Rp1.950 per kg, harga sawit di PT DDP naik dari sebesar Rp1.960 per kg menjadi Rp1.980 per kg.

Sementara itu, harga sawit di empat pabrik minyak kelapa sawit di daerah ini masih bertahan seperti sebelumnya, yakni harga sawit di PT USM sebesar Rp2.020 per kg, harga sawit di PT BMK sebesar Rp1.920 per kg dan harga sawit di PT GSS sebesar Rp1.960 per kg.

Jaga Harga Tetap Tinggi

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengapresiasi langkah memastikan bertahannya harga komoditas kelapa sawit di Bengkulu.

“Keberhasilan-keberhasilan yang diraih patut dipertahankan dan ditingkatkan. Di tengah pandemi, perkebunan adalah solusi untuk sejahtera,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap di Bengkulu tidak ada lagi hasil komoditas pertanian yang tidak dapat diprediksi kisarannya.

“Semua hasil komoditas petani harus bisa diserap industri dengan harga yang pantas dan mensejahterakan. Subsidi atau bantuan berhak diperoleh sama semua petani, jangan hanya kepada pemain industri besar tanpa memperdulikan petani,” Riri Damayanti mengingatkan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed