oleh

Potensi Tsunami, Perlu Perkuat Mitigasi

Basurek.com, Bengkulu – Belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan sejumlah daerah terkait penanggulangan bencana gempa bumi serta kiat menghadapi potensi ancaman tsunami. Salah satunya adalah Provinsi Bengkulu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, pernyataan Menteri Luhut tersebut patut menjadi catatan bagi Bengkulu untuk terus memperkuat mitigasi bencana.

“Semua tawaran-tawaran membangun infrastruktur sistem peringatan dini dari inovasi-inovasi teknologi baru perlu diadakan. Untuk daerah-daerah yang belum memiliki kemampuan pengadaan sendiri saya minta pemerintah pusat bisa ikut bantu,” kata Hj Riri Damayanti John Latief bersamaan dengan Hari Meteorologi Sedunia 2021, Selasa (23/3).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai itu menilai, kunci utama menghadapi bencana tetap terletak pada upaya pencegahan dan mitigasi sehingga jumlah korban jiwa dan kerugian materi dapat ditekan serendah mungkin.

“Saya setuju bahwa penanganan bencana ini bukan hanya tugas pemerintah pusat dan tidak cukup juga mengandalkan pemerintah daerah, tapi tugas bersama. Tapi saya minta soal-soal yang tidak bisa ditangani daerah bisa segera diinventaris oleh pemerintah pusat untuk ditangani dan dipecahkan,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Masalah umum yang ia temui di Bengkulu, lanjut Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) itu, minimnya sarana dan prasarana serta kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanganan teknis kebencanaan.

“Di BPBD Kota Bengkulu misalnya, tenaga-tenaga yang benar-benar terampil masih minim. Alat-alatnya juga masih banyak yang kurang. Sudah diajukan berkali-kali ke pemerintah pusat dan responnya rendah. Saya mewakili suara daerah meminta agar ini jadi catatan buat pemerintah pusat,” sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Kepada pemerintah daerah, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap penguatan jaringan komunikasi dan informasi antar kabupaten/kota hingga ke unit terkecil dapat dibangun secara sistematis dan berkelanjutan.

“Jangan sampai ada masyarakat Bengkulu yang masih buta soal potensi dan tingkat kerawanan gempa serta tsunami, bagaimana cara menghadapinya dan langkah-langkah apa yang perlu diambil ketika bencana terjadi. Untuk sosialisasi ini DPD siap dilibatkan,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengeluarkan rekomendasi terkait penanggulangan bencana gempa bumi serta kiat menghadapi potensi ancaman tsunami.

Dalam rekomendasinya, lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 itu meminta agar implementasi penanggulangan bencana yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2019 dapat ditingkatkan.

Selain regulasi tersebut, Luhut juga meminta peningkatan ketahanan pada Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, peningkatan kolaborasi kementerian lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan sejumlah daerah seperti Mentawai, Bengkulu, Lampung, Selat Sunda-Banten, Selatan Bali, Sulawesi Utara-Laut Maluku, Sorong dan Lembang untuk waspada. [M2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed