oleh

Pentingnya Arsitektur dalam Perkembangan Kehidupan

Basurek.com, Bengkulu – Banyak yang kurang menyadari dunia arsitektur merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan kehidupan. Karena besarnya pengaruh tersebut, Indonesia memberikan hari peringatan secara khusus untuk dunia arsitektur setiap tanggal 18 Maret.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, pesatnya perkembangan penduduk seiring meningkatnya kebencanaan menuntut arsitek dan perencana lingkungan menciptakan rancangan tata ruang bangunan yang aman dan ramah lingkungan.

“Masyarakat butuh ruang-ruang terbuka, di kota butuh ruang hijau, butuh kemampuan untuk merespon berbagai perkembangan zaman. Misal seperti pada era pandemi covid-19 saat ini, masyarakat butuh bagaimana menciptakan arsitektur hijau yang ramah terhadap lingkungan sekitar yang terbuka, ramah lingkungan dan sehat,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (18/3/2021).

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini mengungkapkan, pandemi covid-19 cukup lama melanda Indonesia sehingga telah mempengaruhi gaya hidup dan aspek pada perkembangan perancangan arsitektur.

“Rumah sekarang menjadi salah satu aset penting yang dimiliki seseorang. Apalagi buat mereka yang harus bekerja di rumah. Saya mengintip beberapa kegiatan dan alhamdulillah sudah ada beberapa arsitek yang telah mendesain rumah paska pandemi, sebuah rumah yang sehat dalam menghadapi bencana non-alam,” papar Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini mengungkapkan, apa yang belum begitu tampak menonjol saat ini adalah lahirnya arsitek perkotaan yang mampu mencetak kampung-kampung berbasis potensi alam.

“Yang mampu memunculkan banyak branding bagi kampung-kampung tertentu sesuai dengan potensi yang ada di daerah itu. Misal di Bengkulu ada kampung kopi, kampung besurek, kampung durian, kampung rafflesia dan lain-lain,” urai Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menyayangkan belum adanya upaya untuk mewujudkan gagasan tersebut. Padahal, kata dia, sebenarnya Bengkulu telah punya contoh meski baru sekedar nama seperti Kampung Cina dan Kampung Bali.

“Di tanah Jawa sudah marak. Ada kampung batik, kampung keris, kampung jamu dan lain-lain. Ini tidak kaku harus produk budaya atau hasil alam, tapi bisa juga menggunakan branding tertentu kayak kampung religi, kampung tabut dan yang sejenis. Saya yakin, optimis sekali, hal-hal semacam ini bisa menggerakkan warga Bengkulu untuk maju dan merespon kebutuhan zaman digital yang haus eksistensi,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, arsitektur sebuah wilayah menjadi salah satu indikator yang menunjukkan perubahan zaman. Tanggal 18 Maret dijadikan sebagai Hari Arsitektur Nasional untuk memberikan penghargaan berbagai sosok inspiratif yang berkontribusi dalam perkembangan dunia arsitek di Indonesia. [M2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed