oleh

Stok Pupuk Bersubsidi Dipastikan Aman

Basurek.com, Rejang Lebong – Sebanyak 6.000 ton lebih alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani dijamin aman oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi masih mencukupi bagi petani. Kementan terus berupaya pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah.

“Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk. Agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi,” kata Mentan SYL, Senin (15/3).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang berhak. Kriteria petani yang berhak mendapat pupuk bersubsdi meliputi, tergabung dalam Kelompok Tani, derdaftar dalam RDKK dan memiliki luas lahan kurang dari 2 ha.

“Kami mengingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai RDKK. Bagi yang tidak sesuai kriteria, silakan menggunakan pupuk non subsidi,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, kebijakan e-RDKK guna memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini, para petani nantinya diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK.

“Kartu Tani berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Tujuannya agar tepat sasaran,” jelas Sarwo Edhy.

Kepala Distankan Rejang Lebong Suherman mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi yang diterima daerah itu pada tahun ini berjumlah 6.000 ton lebih yang terbagi dalam beberapa jenis yakni urea, ZA, SP-36, NPK dan pupuk organik.

“Pupuk bersubsidi ini peruntukkannya hanya untuk yang tergabung dalam kelompok tani saja, karena mereka inilah yang membuat Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK. Kalau petaninya sudah tergabung dalam kelompok kita jamin mereka bisa mendapatkannya,” kata dia.

Sementara sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, pupuk merupakan salah satu komoditas strategis sehingga masuk dalam kelompok barang yang peredarannya diawasi.

“DPD ingin memastikan bahwa di semua daerah, di Bengkulu, di kabupaten/kota, setiap petani dapat pupuk dengan kualitas bagus sehingga produksinya meningkat, petani sejahtera dan berkontribusi menciptakan ketahanan pangan nasional,” kata Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini memaparkan, Komite II DPD RI tengah melakukan pengawasan mengenai berbagai langkah pengelolaan pupuk bersubsidi di daerah pemilihan masing-masing.

“Jangan ada kelangkaan pupuk. Jangan ada ekspor pupuk yang tidak terkontrol. Jangan ada petani kecil yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi. Segera data semua petani dan kelompok tani dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok),” imbuh Riri Damayanti John Latief. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed