oleh

Hijaukan Desa Wisata, KPPI dan Senator Riri Kunjungi Tahura

Basurek.com, Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief bersama Dewan Pimpinan Daerah Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bengkulu bergandengan tangan untuk mensukseskan program penghijauan di wilayah Provinsi Bengkulu khususnya di desa-desa wisata.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD KPPI Provinsi Bengkulu Hj Leni Haryati John Latief saat menggelar silaturahmi di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Ketahun Tahura Rajolelo, Jumat (12/3/2021).

Alumni Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, meski organisasi yang ia pimpin merupakan kumpulan politisi perempuan, namun KPPI Provinsi Bengkulu tetap berkiprah mendukung pembangunan di berbagai sektor.

“Kami ingin hijaukan lingkungan pariwisata khususnya di desa-desa yang memang memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Ini program yang strategis bagi KPPI mengingat kita memiliki kader yang menyebar se-Provinsi Bengkulu,” kata Hj Leni Haryati John Latief.

Ia menegaskan, KPPI Provinsi Bengkulu akan terus berkiprah untuk kemaslahatan perempuan, anak, lingkungan hidup dan lain-lain, bukan hanya saat menjelang pemilihan umum, namun pada setiap kesempatan.

“Karena bagi KPPI politik adalah ajang pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. Kami siap menunjang program pembibitan ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan kelestarian bumi,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk menunjang kinerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Ketahun dalam mendistribusikan bibit.

“Mari sukseskan program penghijauan di Bengkulu dengan terdistribusinya bibit-bibit gratis yang telah disiapkan pemerintah kepada masyarakat luas,” tutur Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menegaskan, program persemaian dan penanaman bibit tanaman ini begitu penting bukan hanya untuk melestarikan alam, namun juga untuk membangunkan semua lahan tidur yang di Bengkulu jumlahnya begitu banyak.

“Harapan saya dengan banyaknya bibit yang terdistribusi bukan hanya penting untuk mencegah terjadinya bencana, namun juga banyak lahan tidur yang akhirnya bisa dimanfaatkan dengan tanaman-tanaman yang berfaedah dan menghasilkan rupiah,” papar Hj Riri Damayanti John Latief.

Menejer Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Ketahun Tahura Rajolelo, Ahmad Darmawi, mengapresiasi atas kesediaan DPD KPPI Provinsi Bengkulu dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief membantu kinerja mereka untuk mendistribusikan bibit yang mereka produksi.

“Rencananya tahun ini ada sejuta bibit yang kita produksi untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Syaratnya mudah, cukup dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Balai BPDASHL Ketahun. Bisa kelompok atau individu. Kelompok bisa dapat sampai 10 ribu bibit. Untuk pribadi maksimal 2 ribu bibit,” ungkap Ahmad Darmawi.

Menurutnya, cukup langka petinggi negara yang bersedia meluangkan waktunya untuk mendukung program penghijauan bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung.

“Semoga silaturahmi ini berkesinambungan dan kami mengajak masyarakat luar untuk memanfaatkan program ini. Jenis bibit bervariasi. Ada jengkol, pala, pinang, durian, cengkeh, alpukat, kayu bawang dan lain-lain. Untuk penahan longsor ada bibit vetiper,” demikian Ahmad Darmawi.

Data terhimpun di lokasi, usai menggelar tatap muka, kader dan anggota DPD KPPI Provinsi Bengkulu langsung meninjau bibit-bibit yang disediakan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Ketahun Tahura Rajolelo.

Pihak balai juga memberikan beberapa jenis bibit kepada kader dan anggota DPD KPPI Provinsi Bengkulu agar dapat ditanam di lingkungan rumah masing-masing. [M2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed