oleh

Kawal Program KKP untuk Kebaikan Nelayan Bengkulu

Basurek.com, Bengkulu – Tampaknya komitmen Gubernur Bengkulu yang baru Rohidin Mersyah dan wakilnya Rosjonsyah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di kalangan nelayan akan mendapatkan sokongan yang berarti dari pemerintah pusat.

Hal ini tampak dari program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2021.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengapresiasi kinerja KKP yang menyadari betapa pentingnya mengarahkan program-program karikatif untuk daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan seperti Provinsi Bengkulu.

“Saya lihat matriknya. Disitu terdapat 97 unit bantuan kapal perikanan. Anggarannya tidak besar. Tapi Bengkulu termasuk salah satu provinsi yang diindikasikan mendapatkan bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan kapal tersebut bisa sampai ke Bengkulu,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (4/3/2021).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menjelaskan, bukan hanya kapal, ia juga mencermati adanya bantuan alat penangkapan ikan sebanyak 750 paket dengan anggaran Rp7,5 miliar.

“Di Bengkulu konflik antar nelayan masih terus terjadi. Jadi KKP cukup cermat dalam menetapkan program ini. Sebenarnya akan lebih baik kalau KKP memperbesar jumlahnya agar di Bengkulu bisa dibagikan secara merata sehingga konflik-konflik nelayan kedepan dapat dicegah,” harap Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini juga menyatakan apresiasinya atas program alat berat untuk Kabupaten Kaur, Mukomuko dan Bengkulu Utara serta bantuan mesin dan bahan baku pakan mandiri untuk Kabupaten Kepahiang dan Mukomuko.

Kemudian produksi pakan mandiri untuk bantuan dan operasional UPT di Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, Lebong dan Seluma. Bantuan Kompak untuk Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. Juga chest freezer dan peralatan pengolahan.

“Selaku DPD saya siap bersinergi agar bagaimana semua program ini bisa sampai ke Bengkulu. Saya yakin selama persyaratannya cukup dan penerima manfaatnya jelas, semua program ini bisa sama-sama dikejar untuk kebaikan nelayan Bengkulu,” tutur Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, nelayan merupakan salah satu sektor yang rentan terdampak pandemi covid-19 karena hasil tangkapan ikan yang tidak bisa diserap pasar secara normal.

“Mengingat kondisi pandemi masih berlangsung, maka program-program KKP ini harus dikawal bersama-sama bukan hanya sampai kepada realisasinya, tapi juga keberlanjutannya. Bahkan kedepan gagasan Pak Gubernur agar Bengkulu bisa menjadi pintu gerbang ekonomi logistik dari Samudera Hindia ke kawasan tengah Pulau Sumatera dan tol laut dari Pulau Baai ke Tanjung Priok, Bandar Lampung, Teluk Bayu, Belawan Sumatera Utara, hingga Sabang dapat terwujud,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief. [**]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed