oleh

Peringatan 1 Maret, Momen Bangkit dari Pandemi

SatuTinta.com, Bengkulu – Hari ini, Senin (1/3/2021), Indonesia memperingati peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, sebuah peristiwa yang membuktikan kepada dunia internasional bahwa republik baru ini memiliki kekuatan yang hebat untuk mengadakan perlawanan terhadap penjajahan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, makna peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak sesederhana keberhasilan TNI mematahkan moral pasukan penjajah sehingga Indonesia memiliki posisi tawar melalui perundingan di Dewan Keamanan PBB dan mempermalukan Belanda dengan propagandanya.

“Menurut saya ada makna yang lebih luas dari itu. Peristiwa itu adalah bukti bahwa Indonesia punya semangat yang besar untuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kegelapan masa penjajahan, bangkit dari berbagai halangan dan rintangan yang menghambat Indonesia untuk maju,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini optimis semangat Serangan Umum 1 Maret 1949 tersebut terus hidup dalam hati para pemimpin Republik Indonesia meskipun peristiwa tersebut telah 72 tahun berlalu.

“Belum lama ini Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 372 triliun untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, membantu masyarakat yang tertekan akibat Corona, bantuan produktif buat UMKM, relaksasi dan resturkturisasi pinjaman, keringanan pajak, serta kemudahan-kemudahan lainnya. Inipun adalah semangat Serangan Umum 1 Maret 1949,” terang Hj Riri Damayanti John Latief.

Meski pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini melanjutkan, usaha untuk bangkit dari pandemi tetap harus diiring dengan kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi.

“Sekarang rumah-rumah sekolah sudah dibuka lagi, pasar-pasar sudah mulai rame, semua usaha sudah boleh jalan meski dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pandai-pandai beradaptasi dan berinovasi,” papar Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengapresiasi keaktifan pers dalam berpartisipasi memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk bangkit dari pandemi, menyangkal berita-berita hoaks yang menyesatkan masyarakat.

“Ada yang shere hal bohong tentang vaksin, pers langsung tampil. Pers banyak mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan. Banyak peran positif pers dalam upaya bangkit dari pandemi,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menambahkan, pemerintah desa juga dapat memetik semangat Serangan Umum 1 Maret 1949 dengan cara memfasilitasi masyarakat untuk bangkit dari pandemi.

“Karena pandemi PHK terjadi dimana-mana. Saya lihat ada inspirasi menarik di banyak tempat dimana ada sekelompok warga korban PHK tidak ingin menyerah pada keadaan lalu difasilitasi oleh pemerintah desa yang memberi suntikan dana untuk mengembangkan usaha. Ketika dijalankan dengan sungguh-sungguh, banyak yang berhasil,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief. [M2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed