oleh

Senator Riri: Narkoba Itu Merusak dan Bahaya

Basurek.com, Bengkulu Utara – UG (34) warga Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Utara ditangkap Polsek Ketahun setelah usai menggunakan narkoba. Pengkapan itu berawal dari informasi dari masyarakat sekitar.

Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief  mengungkapkan kekwatirannya sendiri, passalnya Pandemi Covid-19 belum usai, peredaran narkoba terus terjadi. Untuk itu, ia berharap semua stakeholder terkait untuk bersama-sama melawan peredaran narkoba.

“Mari kita bersama-sama melawan narkoba, dimulai dari diri kita, keluarga kita dan orang-orang terdekat kita. Tanamkan bahwa narkoba itu merusak dan bahaya,” ajak Senator Riri, Jumat (5/2/2021).

Sebelumnya, penangkapan warga Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi oleh Polsek Ketahun berawal dari informasi masyarakat. UG (34) kesehariannya supir pengangkut batu bara.

UG diamakan pada pada (4/2/2021) lalu di Dusun Air Dabu Desa Pasar Ketahun Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara sekira pukul 16.00 WIB. Ia diamankan pada saat melakukan perjalanan menuju Kota Bengkulu untuk mengantar batu bara.

Kapolsek Ketahun, Iptu Indro Witayuda Prawaira S.T.K.,S.I.K, pada Jumat (5/2/2021) menjelaskan penangkapan pelaku berasal dari informasi dari masyatakat. Kanit Reskim beserta anggota Polsek Ketahun langsung melakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap terduga pelaku pada saat sedang mengemudi mobil jenis dump truk, dan ditemukan 2 bungkus paket narkotika jenis sabu.

“Pada saat melintas di wilayah Ketahun, pelaku kami amankan kemudian kami lakukan penggeledahan, dan ditemukan 2 dua paket sabu yang diselipkan di bagian dalam spidometer,” jelas Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, pelaku mengaku membeli narkotika jenis sabu untuk dikonsumsi sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan. Untuk barang bukti sudah diamankan di Polsek Ketahun.

“Kasus ini masih akan dilakukan pengembangan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam,” pungkasnya.

Dari keterangan pelaku, dirinya sudah lama mengkonsumsi barang haram tersebut. Pelaku mengaku hanya mengkonsumsi barang haram tersebut dan tidak diperjual belikan ataupun dibagikan dengan rekan-rekannya. Barang haram tersebut didapatkannya dari Kota Bengkulu dengan sistem peta.

“Saya memakai dari bujang, barang saya dari bengkulu dengan sistem peta. Saya pakai sendiri,” kata pelaku kepada media pedomanbengkulu.com.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang tercantum dalam pasal 113 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed