oleh

Hingga Oktober Patroli Prokes Dimasifkan

Basurek.com, Kota Bengkulu – Satuan tugas (Satgas) Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan pihak terkait lainnya kembali melakukan patroli Protokol Kesehatan (Prokes) di sejumlah titik keramainan.

Patroli yang dipimpin Dandim 0407 Bengkulu Kolonel Inf Uchi Cambayong, dimulai dari pasar Panorama hingga pasar Minggu, tim Satgas Covid-19 melakukan patroli sekeliling pasar dengan memastikan para pedagang maupun pengunjung untuk taat menerapkan prokes salah satunya dengan menggunakan masker.

“Kita terus dedikasi kepada masyarakat bahwa virus ini (Covid-19) masih ada. Oleh karena itu, tim tetap turun ke lapangan selama satu tahunan ini dengan menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap disiplin prokes. Karena yang ditemui di lapangan, masyarakat banyak tidak menggunakan masker walaupun mereka memilikinya, jadi masyarakat harus sadar akan bahaya virus ini dan tetap disiplin prokes,” ujar Dandim 0407 Bengkulu Kolonel Inf Uchi Cambayong saat diwawancara, Senin (01/02/2021)

Dandim 0407 Bengkulu Kolonel Inf Uchi Cambayong menegaskan bahwa patroli prokes akan dipergencar dari tanggal 31 Januari – 8 Oktober ke depan.

“Ya, mulai tanggal 31 Januari hingga 8 Oktober patroli prokes akan digencar. Tujuannya ialah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bengkulu,” tambahnya.

Pada patroli ini, Kolonel Inf Uchi Cambayong juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin sudah ada dan masyarakat diminta untuk tidak takut melakukan vaksin.

“Vaksin kali ini sudah ada. Memang didahulukan tenaga kesehatan, TNI, Polri dan nantinya kepada masyarakat. Untuk itu, saya minta masyarakat jangan takut untuk divaksin karena semua sudah terbukti yang telah divaksin tidak ada masalah dan jangan mudah percaya terhadap provokasi-provokasi berita yang tidak tahu kebenarannya,” jelas Kolonel Inf Uchi Cambayong.

Sementara itu, untuk masalah terkait resepsi pernikahan di Kota Bengkulu, Satgas Covid-19 masih mengkaji untuk menentukan diperbolehkan atau tidaknya resepsi pernikahan di Kota Bengkulu.

Perlu diketahui, penanganan pandemi Covid-19 di seluruh nusantara belum dapat dikendalikan. Penambahan kasus baru telah mencapai satu juta lebih dan terus tumbuh setiap hari hingga berdampak pada penuhnya rumah sakit serta persoalan-persoalan turunan lainnya seperti krisis ekonomi dan sosial.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyatakan kekhawatiran bahwasanya program vaksinasi memunculkan opini di tengah-tengah masyarakat hilangnya pandemi covid-19 dengan seketika tanpa perlu lagi penerapan protokol kesehatan.

“Padahal kuncinya tetap pada penerapan protokol kesehatan yang disiplin. Sekarang ini hampir semua sudah tahu apa itu protokol kesehatan. Namun penerapannya masih rendah. Perlu sosialisasi yang lebih meluas tentang ini karena banyak kasus, termasuk di Bengkulu, orang menilai sejak vaksin disebar dan disuntikkan ke orang-orang sekarang sudah boleh kumpul-kumpul,” kata Riri Damayanti, Rabu (27/1/2021).

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini tak menampik bahwa masyarakat mulai jenuh dengan pembatasan sosial yang telah berlangsung hampir setahun lamanya dan berharap agar ragam pembatasan sosial dan aturan kebiasaan-kebiasaan baru bisa segera diakhiri.

“Selama protokol kesehatan diabaikan, selama itu juga mengerem penyebaran covid-19 menjadi gagal dan sia-sia. Termasuk berbagai macam bantuan sosial yang sudah digelontorkan oleh pemerintah,” papar Riri Damayanti.
(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed