oleh

Vaksinasi Kedua, Rohidin Mengaku Sehat

Basurek.com, Bengkulu – Gubernur Bengkulu kembali menjalani vaksinasi kedua di RSUD M Yunus, Jumat (29/1/2021) pagi. Saat vaksinasi, ia mengaku tetap sehat dan bugar.

“Alhamdulillah vaksinasi berjalan lancar, tidak berbeda dengan vaksinasi perdana. Kondisi badan pun tetap fit, tidak ada keluhan setelah disuntik vaksin,” ungkap Rohidin usai menjalani vaksinasi kedua, di RSUD M Yunus Bengkulu, Jumat(29/1)

Menurutnya, kondisi Bengkulu saat ini, sudah berangsur membaik dari segi kesehatan dilihat dari presentase kesembuhan pasien Covid-19 maupun kebangkitan di sektor ekonomi di masyarakat.

“Hampir 90 persen tingkat kesembuhan setiap harinya, ini tentu menjadi kabar bagus. Selain itu, kita perlu mendorong sektor lain seperti UMKM untuk bangkit dan berjalan saling berdampingan dengan melihat kondisi sekarang, harus menerapkan kedisiplinan tinggi dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga gerak sosial ekonomi masyarakat berangsur kembali,” seru Rohidin.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menerima tambahan 11.600 vial vaksin Covid-19. Dengan total, ditambah dari vaksin tahap II dari Bio Farma ini sebanyak 31.880 vial.

“Vaksin sudah kita terima dalam keadaan baik dan suhu yang stabil serta sudah kita amankan di cold room (ruang pendingin) tempat penyimpanan vaksin,” kata Pengelola gudang vaksin dan imunitas pada Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Dahroni di Bengkulu, Senin (25/1/2021).

Ia menjelaskan, saat ini ada 18.640 vial vaksin Sinovac yang disimpan di gudang, dengan rincian 11.600 vial vaksin yang baru diterima ditambah 7.040 vial vaksin sisa tahap pertama.

Pada tahap pertama, Bio Farma mengirimkan 20.280 vial vaksin Sinovac ke Bengkulu dan 13.040 vial diantaranya telah didistribusikan ke tiga daerah yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Seluma.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memastikan vaksin yang tersedia tersebut akan didistribusikan ke daerah yang belum menerima vaksin.

Namun, menurutnya vaksin yang tersedia itu pun diperkirakan masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 di Provinsi Bengkulu.

“Iya kita akan distribusikan ke daerah yang belum menerima dan vaksin ini kita prioritaskan dulu untuk tenaga kesehatan yang menangani kasus COVID-19,” demikian Herwan. [MM]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed