oleh

Aksi Pencurian Sepeda Motor di Seluma

Basurek.com, Seluma – BS (33) warga Kota Bengkulu ditangkap karena terlibat aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) pada 20 Januari 2021 di Bendungan Desa Rantau Panjang Kecamatan, Semidang Alas Kabupaten Seluma.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombespol. Sudarno, S. Sos, MH menjelaskan, penangkapan berlangsung pada Selasa (26/01/2021) malam di warung remang-remang pasar Betungan.

“Pelaku saat ini diamankan di sel tahanan Polda Bengkulu berikut dengan barang bukti 2 unit ranmor, 1 unit kunci T dan 1 bilah senjata tajam,” ungkapnya, Rabu (27/1/2021).

Kronologi kejadiannya berawal pada Rabu Tanggal 20 Januari 2021 sekira pukul 16.30 WIB, korban dan temannya duduk di pinggir bendungan, sekira pukul 17.00 wib pelaku duduk di atas motor korban. Tanpa seizin korban pelaku menghidupkan motor milik korban dan langsung meninggalkan korban yang berjarak sekitar 1 (meter).

Korban bersama temannya berusaha menarik sepeda motor tersebut, kemudian pelaku mendorong teman korban hingga terjatuh, setelah itu pelaku membawa 1 (satu) unit sepeda motor Mio IM3 dengan nopol : BD 5867 PP dan langsung meninggalkan korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ) dan melaporkan kejadian ini ke kantor Polisi untuk di proses secara hukum yang berlaku.

Sebelumnya, dalam beberapa pekan terakhir, aksi-aksi kriminalitas di Provinsi Bengkulu banyak menyita perhatian publik. Ambil contoh anak bacok ayah kandung, tewasnya anggota TNI dalam kasus pengeroyokan hingga maraknya pencurian ternak sapi dengan cara menyisakan isi perut yang terjadi di banyak tempat, termasuk pencurian sepeda motor.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan kekwatiran sendiri, pandemi covid-19 membawa dampak sosial ekonomi yang merubah nilai dan norma masyarakat sehingga tak jarang menghadirkan suasana ketakutan dan ketidakpastian.

“Ada kebiasaan-kebiasaan yang berubah, ada kelakuan-kelakuan baru yang muncul seiring ancaman virus-virus berbahaya. Kasus kriminal, gangguan kesehatan jiwa, dan motif-motif lainnya adalah dampak bawaan selama masa pandemi covid-19,” kata Riri Damayanti, Selasa (12/1/2021).

Alumni Psikologi Universitas Indonesia juga mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil menekan angka kriminalitas pada tahun 2020 lalu.

“Apresiasi saya buat Kepolisian Bengkulu yang telah berhasil menekan angka kriminal pada tahun 2020 kemarin. Mari kita tingkatkan dan berbagi peran. Mudah-mudahan pada tahun 2021 angkanya semakin berkurang, bahkan secara drastis,” demikian Riri Damayanti berharap. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed