oleh

Stop Keramaian

Basurek.com, Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi mengelurakan Surat Edaran terkait pembatasan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak dalam satu tempat. Surat Edaran (SE) nomor : 180/0040/Bag.3 tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan penanganan Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali.

“Penyebaran Covid-19 di Rejang Lebong belum sepenuhnya terkendali dan jumlah orang yang terpapar dan dinyatakan Positif terus bertambah sehingga dianggap perlu ada pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak dalam satu tempat tertentu,” kata Bupati Rejang Lebong A Hijazi, Selasa (19/1/2021).

Dalam SE yang direncanakan mulai berlaku pada tanggal 1 Febuari 2021 tersebut, memuat 8 poin Pertama, tidak menyelenggarakan/mengadakan kegiatan/acara yang mengundang keramaian/kerumunan orang banyak. Seperti resepsi pernikahan, syukuran, hajatan, pentas seni, konser musik, perlombaan olah raga, kontes dan sejenisnya.

Kedua, untuk acara akad nikah, aqiqah dan tahlilan dapat dilaksanakan dengan ketentuan jumlah orang/undangan/tamu yang hadir paling banyak 30 orang serta wajib mempedomani protokol kesehatan.

Ketiga, kegiatan sektor perdagangan dan jasa berupa pusat perbelanjaan, pasar kuliner, restoran, cafe, dan sejenisnya dibatasi waktu operasionalnya mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Keempat, kegiatan objek wisata dibatasi waktu operasionalnya mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Kelima, para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum antara lain seperti rumah/tempat ibadah, sarana dan kegiatan olahraga, tempat wisata, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, restoran, cafe, rumah makan atau sejenisnya wajib melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan seperti pemakaian masker, menyediakan tempat mencuci tangan dengan air mengalir dan/atau menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) serta pembatasan interaksi fisik (physical distancing) baik jarak tempat duduk maupun pengunjung maksimal 50 persen dan kapasitas tempat yang tersedia.

Keenam, dalam hal terdapat pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 5 akan dilakukan tindakan dan pemberian sanksi sesuai ketentuan perundangan-perundangan.

“Kemudian dalam poin ketujuh, dengan dikeluarkannya SE Ini maka Surat Edaran Bupati Rejang Lebong nomor 180/0736/Bag. 3 tanggal 13 Oktober 2020 tentang pembatasan aktifitas keramaian di dalam masyarakat dinyatakan tidak berlaku lagi. Kemudian dalam point kedelapan, SE Ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Februari 2021 dengan batas waktu yang akan ditentukan lebih lanjut dan/atau pandemi Covid-19 sudah dinyatakan terkendali,” tutup Bupati dalam SE tersebut.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengajak semua pihak di daerah untuk taat kepada imbauan Menkes agar setiap warga masyarakat mengurangi mobilitas selama dua pekan mulai 11 hingga 25 Januari 2021.

“Rumah sakit di Bengkulu pun penuh. Tingkatkan penerapan protokol kesehatan. Segera terbitkan peraturan daerah untuk mengendalikan wabah covid-19 di Bengkulu,” ajak Riri Damayanti dalam siaran persnya, Sabtu (9/1/2021).

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu memaparkan, segala bentuk antisipasi akan terus meningkatkan angka positif covid-19 perlu diupayakan dengan seksama seperti rumah sakit darurat hingga tempat-tempat isolasi mandiri.

“Vaksinasi harus berjalan dengan efektif. Tidak mesti kaku harus dari dana pemerintah. Swasta yang punya kemampuan, mari bergotong royong bersama pemerintah,” ungkap Riri Damayanti. (*)

Berikut SE Bupati Rejang Lebong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed