oleh

Varian Baru Covid-19, Senator Imbau Patuhi Prokes

Basurek.com, Bengkulu – Tahun baru 2021 telah menjelang. Namun sejumlah media melansir berbagai ancaman dan efek negatif akan muncul seiring pengaruh besar pandemi covid-19 di tanah air. Salah satu diantaranya adalah munculnya varian baru virus corona yang sudah melanda beberapa negara di dunia.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, munculnya varian baru viru corona ini patut menjadi alarm bagi pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada masalah pandemi pada 2021 mendatang.

“Alhamdulillah Kementerian-kementerian terkait cukup tanggap dengan masalah ini dengan melarang warga negara asing untuk memasuki wilayah Indonesia untuk mencegah agar varian baru itu tidak masuk ke tanah air,” kata Riri Damayanti, Rabu (30/12/2020).

Meski merasa was-was, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terjebak dengan berbagai informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

“Bahaya hoaks tidak kalah dari varian baru virus corona itu sendiri. Ini sudah dibuktikan di berbagai negara. Penanganan pandemi justri semakin dipersulit dengan adanya informasi palsu yang beredar di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap agar masyarakat terus meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan mengingat kasus covid-19 terus meningkat.

“Rumah sakit sudah penuh. Saya yakin petugas kesehatan sudah kewalahan dalam menangani pasien. Makanya perlu dan penting sekali untuk selalu ditegaskan, selama libur tahun baru, tidak perlu liburan dan tetap patuhi protokol kesehatan,” ujar Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini juga meminta kepada pemerintah untuk terus memberikan paket stimulus covid-19 hingga perekonomian benar-benar pulih dari dampak pandemi.

“Saya mencermati dari sejumlah laporan ekonomi terbaru bahwa pemulihan ekonomi di 2021 masih belum pasti sementara luka lama akibat pembatasan sosial belum lagi sembuh. Bukan hanya di tanah air, tapi di seluruh dunia. Tapi optimisme tetap ada dengan kehadiran vaksin. Mudah-mudahan pembagian vaksin bisa lekas dan semua ramalan buruk terhadap ekonomi 2021 tidak terjadi,” harap Riri Damayanti.

Sebagaimana dilansir New York Times, peneliti Inggris merilis hasil penelitian terbaru mereka pada Rabu (23/12/2020) mengenai varian baru virus corona yang teridentifikasi di negara mereka.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, varian baru VUI-202012/01 disebut memiliki kemampuan penularan lebih tinggi, sehingga tindakan pengendalian perlu diberlakukan seperti menutup sekolah-sekolah dan universitas. [**]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed