oleh

Polda Bengkulu Antisipasi Bencana

Basurek.com, Bengkulu – Cuaca ekstem yang melanda sebagian besar wilayah Bengkulu mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan longsor. Untuk mengatisipasi bencana itu, Unit Save and Rescue (SAR) Subdit Gasum Samapta Polda Bengkulu mensiagakan personil serta peralatan 1x 24 jam. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu Kombespol. Sudarno. S,Sos, MH melalui Kasubdit Penmas Polda Bengkulu AKBP. Agung Darmanto.

Ia menjelaskan, fenomena ini kemungkinan akan berlangsung hingga awal Januari 2021. Untuk itu, Personil yang tergabung Ops Aman Nusa pencegahan bencana sesuai dengan amanat Kapolda Bengkulu diperintahkan untuk terus memonitoring apabila terjadi bencana khususnya akibat hujan deras beberapa bulan terakhir.

Tak kalah penting, lanjutnya, baik kendaraan dan peralatan harus terus prima dan terus dicek setiap harinya. Seperti yang dilakukan personil Samapta Polda Bengkulu pagi ini,” ungkapnya, Senin (28/12/2020).

“Peralatan dan personil akan terus disiagakan 1x 24 jam. Jangan sampai peralatan mengalami kendala apabila dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu AKBP. Agung Darmanto juga mengimbau kepada masyarakat Provinsi Bengkulu untuk mengurangi aktivitas diluar rumah apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Potensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan rilis BMKG, 29 Desember 2020 berpotensi sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Sulu yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di Kalimantan Barat, perairan utara Kalimantan bagian utara, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur bagian utara.

Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di perairan utara Papua dan Australia bagian utara.

Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah belokan dan pertemuan angin tersebut.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang di Pesisir Barat Aceh, Sumatra Utara hingga Sumatra Barat, memanjang di Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara.

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatra Utara,Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua. [M2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed