oleh

Ricuh Antar Nelayan, Korban Alami Luka-luka

Basurek.com, Bengkulu Utara – Pertikaian nelayan Desa Pasar Palik Kecamatan Air Napal, terhadap masalah kapal trawl yang masih menangkap ikan di wilayah perairan Kabupaten Bengkulu Utara mengakibatkan banyak korban.

Korban yang terluka dari Kelompok Nelayan Trawl Pulau Baai Bengkulu dan Kelompok Nelayan Tradisional Kabupaten Bengkulu Utara yang dirujuk RS Bhayangkara Polda Bengkulu.

Berdasarkan laporan Kast reskrim Polres Bengkulu, Jumat (25/12/2020) sekitar pukul 16.20 WIB bertempat di RS. Bhayangkara Polda Bengkulu,  pihak Polres Bengkulu telah melaksanakan Monitoring korban Keributan Kelompok Nelayan Trawl Pulau Baai Bengkulu dan Kelompok Nelayan Tradisional.

“Untuk korban sebanyak 4 (empat) dirujuk ke RS. Bhayangkara Polda Bengkulu dengan menggunakan 3 (Tiga) Unit Ambulance RSUD Lagita Kab. Bengkulu Utara dan 1 (Unit) Mobil Pribadi Agya warna abu-abu dengan pengawalan dari Personil PJR Dit Lantas Polda Bengkulu. Identitas Nelayan/korban dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu,” ungkapnya dalam rilis, Jumat (25/12/2020).

Dilansir sebelumnya, aksi tersebut berawal dari nelayan Pasar Bengkulu yang menangkap ikan di daerah pesisir barat Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan Trawl/Pukat Harimau yang mana dari 4 desa tersebut tidak menerima nelayan yang menggunakan Trawl yang merupakan tindakan yang melanggar hukum sebagai alat terlarang.

Puncak kekesalan massa ketika 3 buah Kapal Trawl melaut di perairan laut Desa Serangai, pada Jumat (25/12/ 2020) pukul 04.00 Wib yang saat itu situasi nelayan tradisional tidak melaut kemudian diketahui oleh nelayan setempat kemudian memberitahukan kepada ketua nelayan tradisional dan bersama nelayan lainnya mengejarkan kapal trawl tersebut dan terjadi insiden salah satu orang nelayan tradisional mengalami luka tembak oleh ABK kapal Trawl dengan menggunakan senjata rakitan.

Kapolsek Air Besi, Iptu Aljum Fitri, membenarkan kejadian tersebut, dimana para nelayan desa setempat telah menangkap kapal trawl yang sedang menangkap ikan di perairan mereka.

“Ya, ada 3 kapal trawl dan 16 ABK sudah diamankan. Sedangkan untuk penutupan jalan belum kita pastikan kapan bisa dibuka kembali, sembari dengan menunggu arahan dari pimpinan kita,” ujar Kapolsek [MM]

Berikut identitas Nelayan/korban dirujuk ke RS. Bhayangkara Polda Bengkulu yaitu sebagai berikut :
A). ABK Kelompok Nelayan Trawl Pulau Baai Bengkulu :
1). Nama Ridwan Bin Abdul Rahman
Asal : Pulau Baai Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu
Luka Diderita sebagai berikut :
a. Luka robek dibagian belakang telinga dengan panjang 3,5 Cm, Dalam 0,3 Cm, Lebar 0,3 CM.
b. Luka diatas tengan panjang 7 Cm, Lebar 1 Cm, Dalam 0,5 Cm
c. Luka dipelipis mata kanan panjang 2 Cm, lebar 0,3 Cm, Dalam 0,3 CM
d. Lengan Kanan Lebam

2). Aswil
– Asal : Pulau Baai Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu
– Luka Diderita :
a. Luka dikepala bagian atas pajang 5,2 Cm, lebar 1,5 Cm, dalam 1,5 Cm
b. Lengan Kiri luka robek panjang 2 cm, lebar 0,5 Cm, dalam 1 cm

3). Jhon
– Asal : Pulau Baai Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu
– Luka Diderita :
a. Luka robek dijari telunjuk kiri panjang 3 Cm, Lebar 0,2 Cm, dalam 0,2
b. Luka dijari tangan sebelah kiri panjang 3,5 Cm, lebar 0,3 Cm, dalam 0,3
c. Luka dibagian kepala belakang panjang 7 cm, lebar 2 cm, dalam 2 cm
d. Luka dikepala belakang/tungkuk panjang 4 cm, lebar 1 cm, dalam 1 cm

B). Kelompok Nelayan Tradisional Desa Urai Kab. Bengkulu Utara
1). Junaidi
– Umur : 41 Tahun
– Pekerjaan : Nelayan Tradisional
– Alamat : Desa Urai Kab. Bengkulu Utara
-Luka diderita : Mengalami luka tembak di bagian lutut kaki kanan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed