oleh

Tata Cara Penyelenggaraan Ibadah dan Perayaan Natal di Kota Bengkulu

Basurek.com, Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu dalam memutuskan mata rantai penularan COVID-19 kembali mengeluarkan surat edaran (SE) Pedoman tata cara ibadah dan perayaan Natal. SE tersebut mengingat di Kota Bengkulu angka penambahan kasus positif tergolong tinggi.

Hal itu disampaikan Walikota Bengkulu melalui SE yang di keluarkan menyusul telah keluarnya SE Menteri Agama Republik Indonesia nomor 23 tahun 2020, tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19.

Dikatakan Kepala Bagian Bina Kesejahteraan Sosial Kota Bengkulu Pajrul Apandi. SE ini ada beberapa poin yang wajib dipatuhi saat penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan natal dimasa pandemi Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Yang pertama ialah ibadah dan perayaan natal hendaknya dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan serta menekankan persekutuan ditengah keluarga.

“Bukan hanya itu saja, ibadah dan perayaan natal selain diselenggarakan secara berjamaah atau kolektif di rumah ibadah dapat juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola rumah ibadah,” jelas Kepala Bagian Bina Kesejahteraan Sosial Kota Bengkulu Pajrul Apandi, Selasa (22/12/2020).

Selanjutnya, diminta jumlah umat yang mengikuti kegiatan secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 50% dari kapasitas rumah ibadah yang telah ditetapkan.

“Selain 3 poin di atas, ada beberapa kewajiban pengurus dan pengelola rumah ibadah yang harus ditaati. Salah satunya ialah menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah. Kedua, melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara berkala di area rumah ibadah dan ketentuan-ketentuan lainnya yang telah tertera di SE,” tutur Parjul.

Dalam SE tersebut juga ada beberapa poin wajib dipatuhi bagi umat yang akan mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan natal secara berjamaah dan kolektif.

“Poin paling utama ialah para jamaah atau umat dalam kondisi sehat. Selanjutnya kita imbau menggunakan masker atau masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah Ibadah.” katanya.

Tidak sebatas itu, SE juga mengatur bagaimana agar tidak terjadi penyebaran saat melangsungkan peribadatan. Dengan cara hindari bersalaman dan berpelukan serta tetap menjaga jarak.

“Selain itu agar tidak terjadinya penyebaran para jamaah diimbau menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan dan menjaga jarak antar jamaah minimal 1 meter dan poin-poin penting lainnya yang sudah dicantumkan dalam SE,” pungkasnya. [SP]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed